Kamis, 19 September 2013

Tanggul Negara Belanda Dibuat Rakyat Indonesia


Belanda merupakan negara maju di Eropa Barat yang wilayahnya berbatasan dengan jerman di bagian timur, Belgia (di sebelah selatan) dan Laut Utara (di bagian barat). Istilah Belanda berasal dari Bahasa Portugis (Holanda) yang sudah di indonesiakan.

Belanda sangat di kenal rakyat Indonesia karena pernah menguasai kepulauan nusantara berabad-abad pada era kolonialisme dan imperalisme. Pengakuan kemerdekaan atas Hindia Belanda (Indonesia) terjadi pada perundingan Meja Bundar (KMB) tanggal 27 Desember 1949. Namun Belanda menyatakan pengakuan kedaulatan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Pusat pemerintahan Belanda berada di Den Haag, sementara ibukota berada di Kota Amsterdaam. 

Kondisi geografis Belanda dari luas wilayah sebesar 41.543 km2, 25% diantaranya berada di bawah permukaan laut. Selain itu, 50% dari wilayah Belanda memiliki tinggi kurang dari 1 meter di atas permukaan laut. Dataran rendah ini mengakibatkan dua pertiga dari wilayah Belanda termasuk wilayah rawan banjir. Isu pengendalian banjir tak pelak jadi perhatian utama di Belanda.

Tanggul, bendungan, dan kincir angin menjadi senjata utama menghadapi banjir. Daratan diperluas melalui reklamasi dan pembuatan polder. Meskipun metode-metode ini cukup berhasil, tercatat beberapa kali terjadi banjir besar. 

Konon menurut sejarah pembuatan tanggul yang membendung negara belanda ini banyak rakyat indonesia pada masa penjajahan yang dibawa kesana untuk dijadikan kerja paksa, yaitu kerja yang tidak mendapat upah atau imbalan bahkan kelaparan yang terjadi sehingga banyak yang meninggal.

Betapa besar jasa rakyat indonesia pada waktu itu banyak para pekerja paksa di angkut untuk membangun negara.  Belanda mempunyai ekonomi yang maju dan terbuka yang mana pemerintahan telah mengurangi peranannya dalam mengawal ekonomi Belanda sejak 1980-an. 

Aktivitas ekonomi utama di Belanda adalah termasuk pemrosesan makanan, bahan kimia, pemrosesan minyak, dan pembuatan mesin listrik. Walaupun sektor pertaniannya hanya menyediakan peluang pekerjaan kurang dari 4% populasi, Belanda mampu menghasilkan kelebihan dalam industri makanan untuk diekspor. Belanda menduduki urutan ketiga dalam daftar pengekspor makanan, setelah Amerika Serikat dan Perancis.

Semoga Belanda mengingat jasa-jasa yang lalu sehingga bisa ikut membantu Indonesia yang masih negara berkembang ini. Negara yang besar tapi kemiskinan besar, lebih baik negara kecil kemiskinan tidak ada perekonomian rakyat sejahtera.

Posting Komentar