Selasa, 01 April 2014

Potensi Energi Pemuda Bagi PembangunanBangsa dan Negara

Apabila kita melihat sejarah perjuangan

kemerdekaan Indonesia, di mana saat itu kondisi

pemuda Indonesia dalam tekanan yang sangat

besar namun dengan penuh semangat

memberikan apa yang bisa diberikan,

melaksanakan apa yang bisa dilaksanakan.

Pemuda pada masa itu menjadi ujung tombak

dalam mengantarkan bangsa dan negara meuju

kemerdekaannya. Semangat ini yang perlu kita

teladani dan jadikan sebagai inspirasi bagi kita.

Pada masa itu, pemuda Indonesia tetap

bersemangat untuk bisa memberikan kontribusi

bagi tercapainya kemerdekaan walaupun tanpa

dibekali modal harta kekayaan, bahkan tanpa

fasilitas apapun. Semestinya kita, pemuda yang

hidup di era modern saat ini, di mana kita sudah

merdeka dan segala fasilitas telah tersedia, lebih

mampu memberikan kontribusi yang lebih besar

demi meneruskan cita-cita para pendahulu kita

terhadap bangsa dan negara ini.

Di masa sekarang ini, sering kita melihat atau

mendengar banyak pemuda Indonesia melakukan

hal-hal yang buruk, baik terhadap dirinya sendiri,

orang lain, maupun lingkungannya. Jarang sekali

kita melihat atau mendengar pemuda Indonesia

melakukan hal-hal yang baik, terhadap dirinya

sendiri, orang lain, maupun lingkungan

sekitarnya.

Perlu saya tekankan di sini mengapa saya

menggunakan kata "baik" dan "buruk". Kata

"baik" yang saya gunakan merujuk kepada

sesuatu yang benar, bermoralitas tinggi dan

berakhlak mulia, sejalan dengan norma, nilai, dan

kebiasaan masyarakat. Kata "buruk" saya

terjemahkan sebagai sesuatu yang tidak terpuji,

terkutuk, melanggar norma, nilai, dan kebiasaan

masyarakat.

Apa yang terjadi pada pemuda kita di masa kini?

Apakah hal-hal yang baik sudah kalah oleh hal-

hal yang buruk? Rentetan pertanyaan yang selalu

berdengung di telinga kita, pemuda generasi

penerus bangsa.

Potensi energi pemuda bagi pembangunan

bangsa dan negara

Lalu, siapakah pemuda? Menurut Undang-

Undang No 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan,

definisi pemuda adalah "Warga Negara Indonesia

yang memasuki periode penting pertumbuhan

dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas)

sampai 30 (tiga puluh) tahun". Jadi, Warga

Negara Indonesia yang dikategorikan sebagai

pemuda adalah warga negara yang berusia

antara 16-30 tahun.

Pemuda Indonesia di tahun 2013 ini berjumlah

kurang lebih 63 juta, atau sekitar 27 persen dari

proyeksi jumlah penduduk Indonesia tahun 2013

sebesar 242 juta. Suatu potensi yang sangat

besar dan sangat potensial untuk menggerakkan

roda pembangunan bangsa dan negara.

Mereka yang digolongkan sebagai pemuda

adalah tenaga yang produktif. Tenaga produktif

inilah yang berperan sebagai "mesin" penggerak

lajunya roda pembangunan bangsa dan negara.

Tenaga produktif inilah yang mempunyai potensi

energi yang sangat besar untuk menciptakan

sesuatu yang baru dan mengembangkan sesuatu

yang sudah ada.

Pemuda perlu dididik dan dibina, agar potensi

yang dimilikinya dapat menghasilkan kontribusi

yang positif bagi pembangunan nasional. Oleh

sebab itu, pemuda merupakan aset yang paling

berharga dari suatu bangsa.

Apalah artinya sumber daya alam atau kekayaan

negara yang berlimpah-limpah apabila di

kemudian hari tidak ada generasi penerus yang

dapat mengelolanya. Kita sebagai pemuda,

generasi penerus bangsa harus menyadari hal

ini. Semakin cepat kita sadari, semakin baik.

Semakin banyak pemuda berkarya sejak dini,

semakin baik.

Potensi energi pemuda menghasilkan kontribusi

positif

Kontribusi apa yang dapat pemuda berikan untuk

kemajuan bangsa dan negaranya? Kontribusi

untuk kemajuan sudah tentu merupakan

kontribusi yang positif. Kontribusi positif dapat

dituangkan dalam berbagai bentuk.

Setiap pemuda mempunyai potensi dasar untuk

dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Telah banyak contoh yang dapat kita tiru,

pemuda yang telah sukses dan berprestasi di

bidang ilmiah, kewirausahaan, pembangunan

lingkungan, konservasi alam, dan lain

sebagainya. Tidak semua pemuda yang telah

sukses tersebut mempunyai latar belakang

pendidikan yang tinggi, oleh sebab itu tidak perlu

berkecil hati. Dengan bermodalkan ketekunan

dan motivasi yang tinggi untuk mewujudkan

impian dan cita-cita, kita dapat meraih

kesuksesan dan prestasi.

Selain ketekunan dan motivasi yang tinggi, kita

juga harus selalu mempunyai pemikiran yang

positif. Pemikiran yang positif akan selalu

memandang suatu permasalahan sebagai sebuah

tantangan yang perlu ditemukan solusi

terbaiknya. Pemikiran yang positif juga akan

selalu memandang suatu persoalan itu selalu

mempunyai sisi positif yang bermanfaat bagi

dirinya atau orang lain.

Karakter pemuda yang selalu berpikiran positif

memunculkan energi yang positif pula. Jika

energi positif tersebut diselaraskan dengan sifat

pemuda yang dinamis dapat menghasilkan suatu

kontribusi yang positif.

Diharapkan dari kita sebagai pemuda yang

menjadi tulang punggung bangsa dan negara ini,

dapat memberikan kontribusi positif dalam

bentuk apapun. Implementasi dari kontribusi

positif itu bisa kita mulai dari lingkungan di

sekitar kita. Kita tunjukkan bahwa kita mampu

menjadi seseorang yang berguna, bagi keluarga,

masyarakat, bangsa dan negara.

Perlu semangat dan kerja keras agar dapat

menekuni apapun yang kita kerjakan. Selain itu,

kita perlu lebih jeli dalam mendapatkan

kesempatan dan peluang untuk maju. Dari

kesempatan dan peluang yang kita dapat, bisa

kita jadikan batu lompatan untuk

mengembangkan kualitas diri kita dalam

memberikan kontribusi yang positif.

Ada pameo asing yang mengatakan, "let’s think

locally, but act globally". Maknanya kurang lebih

menyatakan bahwa mari kita kembangkan yang

ada di sekitar kita, dengan konsep atau

pemahaman yang lebih universal untuk

kemaslahatan orang banyak. Mari kita sesama

pemuda bersama-sama, saling menginspirasi,

samakan visi, bersatu, dan saling bekerja sama

untuk maju bersama. Untuk kepentingan kita

bersama, untuk kepentingan bangsa dan negara

Indonesia. Tetap semangat! Kita harus yakin kita

bisa. Maju terus pantang mundur!!

Posting Komentar